Edukasi Umum· via Klikdokter
Waspada, Kanker Kepala dan Leher Sulit Dideteksi
Rieke Saras · 15 Agustus 2017
⏱ 2 min read
Kanker kepala dan leher menempati peringkat kelima di antara jenis kanker yang paling banyak diderita, namun masih belum mendapat perhatian publik yang sama dengan kanker lainnya. Salah satu alasan utama kurangnya kesadaran ini adalah kesulitan dalam mendeteksi penyakit pada tahap awal, mengingat lokasi tumor yang sering tersembunyi.
Dr. Marlinda Adham, Sp.THT-KL(K), PhD, seorang dokter spesialis THT, menjelaskan bahwa "gejala awal tak mudah dikenali. Misalnya, kalau ada lesi di lidah hanya dikira sariawan biasa." Demikian diungkapkan dalam acara "Bincang-Bincang Bersama Ahli Kanker Kepala Leher" yang diselenggarakan di RSCM pada 10 Agustus 2017.
Gejala lain seperti suara serak sering kali dianggap remeh oleh pasien, padahal dapat menjadi tanda awal kanker kepala dan leher. Kurangnya pengenalan terhadap gejala-gejala ini mengakibatkan tingkat kematian yang signifikan, karena sebagian besar pasien baru mencari bantuan medis ketika penyakit sudah mencapai stadium lanjut.
Pentingnya Deteksi Dini
Prof. DR. Dr. Soehartati Gondhowiardjo, Sp.Rad(K)OnkRad, seorang ahli onkologi radiasi, menekankan bahwa deteksi dini sangat penting. Jika kanker ini ditemukan pada tahap awal, tingkat kesembuhan dapat mencapai 80 hingga 90 persen. Namun, sayangnya akses informasi mengenai tanda dan gejala kanker masih tidak merata di masyarakat.
Keterbatasan informasi menyebabkan banyak pasien mempercayai pengobatan alternatif terlebih dahulu. Menurut Prof. Soehartati, "banyak pasien yang lebih memilih pengobatan alternatif. Setelah penyakitnya makin parah, barulah mereka ke dokter." Penundaan pengobatan ini secara signifikan mengurangi peluang kesembuhan.
Jenis & Pencegahan
Berbagai jenis kanker dapat berkembang di wilayah kepala dan leher, termasuk kanker nasofaring, kanker laring, kanker rongga mulut, kanker kelenjar liur, kanker rongga mata, dan kanker sinonasal. Secara global, kanker kepala dan leher menyebabkan sekitar 300 ribu kematian setiap tahunnya, dengan insiden mencapai 550 ribu kasus tahunan.
Strategi utama dalam menangani kanker kepala dan leher adalah melalui pencegahan dan deteksi dini. Data menunjukkan bahwa 43 persen dari seluruh kasus kanker dapat dihindari dengan menerapkan gaya hidup sehat. Prof. Soehartati merekomendasikan pengurangan konsumsi makanan yang dibudidayakan secara konvensional atau diproses dengan bahan-bahan tidak jelas, serta makanan yang mengandung pengawet, penyedap, dan perasa buatan. Konsumsi tembakau juga harus dihindari sepenuhnya. Sebaliknya, masyarakat disarankan untuk meningkatkan asupan sayuran dan buah-buahan segar dalam diet sehari-hari mereka.
Original source: https://www.klikdokter.com/info-sehat/kanker/waspada-kanker-kepala-dan-leher-sulit-dideteksi